Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Monday, 31 October 2016

Meski Hanya 10 Menit, Jokowi Hadiri Resepsi Pernikahan Warga di Depok

Presiden Jokowidodo bersama istri berfoto bersama cucu Wahyudin (pojok kanan kaos merah) sebelahnya bersama anak Fitria (kaos abu-abu) dengan anak-anak lain usai bersalaman dengan calon mempelai (angga)
DEPOK (Pos Kota) – Presiden Joko Widodo ditemani istri Irinia Jokowi dikawal ketat penjagaan Paspampres menghadiri acara pernikahan putra salah satu stafnya di Jalan Baru, Kampung Lio, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (29/10) petang
Jokowi datang mengenakan celana panjang serta sepatu kulit hitam lalu memakai kemeja batik motif bulat senada dengan kebaya yang digunakan istri warna coklat tua, menjadi pusat perhatian bagi pengunjung yang hadir di pesta pernikahan putra Wahyudin yaitu Dewi Rizky dan mempelai Franty Aulia.
“Kakak jemput naik mobil saya suruh pulang lebih dulu, saat mendengar Presiden Jokowi akan hadir ke hajatan,”ujar Fitria,34, tamu hajatan di lokasi acara.
Jokowi salami mempelai
Pegawai PHL bagian souvenir di Istana Negara ini mengaku bangga dan senang bisa dari dekat bersalaman dengan Presiden.
“Setiap hari jika ada kegiatan perayaan kemerdekaan sering melihat Bapak Jokowi dari kejauhan, ini di acara kondangan keponakan bisa dari deket bahkan salaman langsung dengan orang nomor 1 di negara Indonesia,”ujarnya.
Setelah Jokowi menyapa tamu undangan, langsung bersalaman dengan calon mempelai dan berfoto bersama dengan keluarga mempelai.
“Setelah foto-foto bapak Jokowi bersama ibu duduk sebentar lalu langsung selfian dengan anak saya dan saudara,”ungkapnya seraya menyebutkan “sudah magrib saya pulang dulu” ucapan Jokowi. “Jokowi datang sekitar pukul 17:30, kurang lebih hanya 10 menit datang lalu langsung pergi jalan dikawal ketat Paspampres.” (Angga)

Tiba di Hambalang, Jokowi disambut salam hormat oleh Prabowo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Jokowi datang didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.

Pantauan merdeka.com, Jokowi, Luhut, dan Pratikno datang menaiki mobil Volkswagen Caravelle dan langsung disambut Prabowo. Prabowo menyambut Jokowi dengan salam hormat dan langsung dibalas salam hormat kembali dengan Jokowi.

Bukan hanya salam hormat, kedatangan Jokowi juga disambut marching band serta sambutan nyanyian lagi Indonesia Raya. Hingga kini pertemuan tertutup tersebut masih berlangsung.

Diketahui, sejumlah topik akan dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya Pilkada Serentak 2017 dan situasi keamanan nasional. 

"Iya benar, nanti Jam 12.00 WIB di Hambalang. Tukar pikiran terkait Pilkada dan undang-undang Pemilu," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi, Senin (31/10).

Sumber:Merdeka.com

Elektabilitas Ahok-Djarot 44 Persen, Berharap Menang Satu Putaran

Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno mengatakan, elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat berkisar antara 42-44 persen.
Elektabilitas tersebut didapat dari hasil survei internal tim Ahok-Djarot.
"Survei internal kami memang rupanya Pak Ahok dengan Pak Djarot ini mempunyai modal yang berkali-kali dan angkanya relatif stabil karena jumlah responden yang lebih besar, itu sekitar 42 sampai 44 persen," ujar Hendrawan di Kedai 2 Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016).
Dengan hasil survei tersebut, Hendrawan menuturkan bahwa hasil survei internal tim Ahok-Djarot menumbuhkan harapan akan kemenangan satu putaran pada Pilkada DKI 2017.

"Dengan modal seperti ini, maka wajar pasangan petahana ini mengharapkan (menang) satu putaran karena undecided voters-nya masih antara 20 sampai 25 persen," kata dia.
Harapan tersebut semakin diyakinkan dengan melihat keinginan masyarakat yang membutuhkan kepastian akan gubernur dan wakil gubernur yang memimpin Jakarta dengan cepat.
"Semakin lama pilkada, politik ekonomi akan diwarnai tidak ketidakpastian. Semakin cepat selesai, masyarakat semakin konsentrasi kepada hal-hal yang lain," ucap Hendrawan.
Berbeda dengan hasil survei internal, Hendrawan mengungkapkan hasil survei berbagai lembaga menunjukkan elektabilitas Ahok-Djarot berada di antara 32 sampai 45 persen.
Sementara hasil survei terbaru Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menunjukkan elektabilitas Ahok-Djarot sebesar 27,5 persen.
"Hasil survei dari teman-teman KedaiKOPI akan dijadikan masukan untuk bersama-sama dengan hasil survei yang lain dan juga hasil survei internal," tuturnya.
Berdasarkan survei KedaiKOPI, elektabilitas Ahok-Djarot masih tertinggi dibandingkan dua pasangan penantang mereka, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yang memiliki elektabilitas 21 persen dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 23,9 persen.
Sementara swing voters atau yang belum menentukan pilihan sebanyak 27,5 persen.
Survei KedaiKOPI dilakukan pada 19-24 Oktober 2016 dengan melibatkan 694 responden yang tersebar di 5 kota dan 1 kabupaten di DKI Jakarta.
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Metode yang digunakan multistage random sampling dengan margin of error tersebut sebesar 4 persen.
Survei tersebut menggunakan dana internal KedaiKOPI.

Lulung Mengaku Diancam Cerai oleh Istri jika Dukung Ahok!

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung mengaku dirinya diancam akan diceraikan sang istri jika mendukung calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
"Jadi, istri saya itu istri yang soleh, istri saya tuh tiap hari ngaji kerjaannya, shalat hajat, shalat duha, shalat lima waktu. Jadi, dia cuma bilang, 'Pah, kalau lo dukung Ahok, kita bercerai aja dah,'" kata Lulung menirukan ucapan istrinya, di Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016).

Meski demikian, ancaman itu tidak akan terjadi. Sebab, ia menegaskan mendukung Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia sampai rela tidak mengikuti keputusan partainya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta.
PPP pimpinan Djan Faridz itu mendukung Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.
Namun, Lulung meminta agar wartawan tidak membesar-besarkan hal ini.
"Ini kan urusan pribadi, betul enggak? He-he," kata Lulung.

Sumber: Kompas

Sunday, 30 October 2016

Megawati: Demokrasi Indonesia Sedang Mengalami Cobaan  

Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai saat ini proses berdemokrasi di Indonesia sedang mengalami sebuah cobaan.
Hal tersebut disampaikan Megawati dalam sambutannya usai menyaksikan pertunjukan "Sri Eng Tay", di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (29/10/2015).  
"Karena ada di antara kita sendiri yang sedang berupaya untuk tidak menerima perbedaan. Seperti yang saya katakan, kita warga Indonesia tidak membedakan masalah agama, ras, atau siapa dia," kata Megawati dalam siaran pers DPP PDI-P, Sabtu malam.
Pertunjukan ini juga dihadiri oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto serta sejumlah fungsionaris PDIP.  

Pertunjukan ini didukung antara lain oleh Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Yu Ningsih, Trio Gam, Henky Solaiman, Hans Huang, Alena Wu, Febrianti Nadira, Flora Simatupang serta tim kreatif Butet Kartaredjasa, Agus Noor, Bre Redana, Djaduk Ferianto.  
Megawati mengaku kaget diundang hadir ke acara yang merupakan kreasi budaya ini.  Namun, dia bersemangat hadir menonton sebab meyakini seni bisa jadi pemersatu.  
"Saya ingin katakan dalam narasi kebudayaan seperti yang ditampilkan tadi, kita harus setia kepada Republik Indonesia. Sehingga kita harus tahu, semua kita adalah satu," kata Megawati.
"Saya sering  katakan karena anak muda senangnya berbahasa asing, all for one and one for all, kita adalah satu warga negara Indonesia," ujarnya.  
Untuk itu, Megawati meminta kepada semua pihak secara bersama-sama dalam menjalankan proses demokrasi di tengah situasi berbeda tidak disikapi dengan cara kekerasan, tapi menempuh jalan damai. 
"Mari bersatu, apa pun yang terjadi, mari secara lakukan secara damai di bumi Indonesia. Tolong pesan ini disampaikan ke mana-mana," tutur Megawati. 

Sumber: Nasional Kompas

Saturday, 29 October 2016

Jokowi Pastikan Tidak Ada Impor Beras hingga Akhir 2016

Presiden Joko Widodo memastikan Indonesia tidak akan mengimpor beras hingga akhir 2016 karena masih memiliki stok yang mencukupi kebutuhan hingga awal 2017.
"Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor," kata Presiden seusai meninjau produksi padi teknologi Jajaran Legowo (Jarwo) Super di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (29/10/2016), seperti dikutip Antara.
Presiden mengungkapkan, pada tahun ini, produksi beras meningkat drastis dari 1.030.000 ton pada periode September-Oktober 2015 menjadi 1.980.000 ton pada Oktober 2016.
Stok beras ini, lanjut Presiden, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional hingga Mei 2017.

Dia menjelaskan, produksi yang melimpah tersebut disebabkan penggunaan bibit unggul dan tidak terjadi kekeringan.
"Tahun ini memang pertama air melimpah. Kedua, saya kira penggunaan-penggunaan benih-benih unggul ini memberikan hasil yang baik," kata Presiden yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Uji coba bibit padi unggulan varietas Inpari 32 di atas lahan 100 hektar di Boyolali tersebut rencananya akan diperluas ke wilayah Indonesia lainnya untuk melipatgandakan produksi dalam negeri.
"Nanti kalau memang sudah benar, sudah betul, baru akan kita perluas lagi, kita lipatkan lagi sehingga tentu saja produksi nasional ini bisa meningkat tajam," kata Presiden.
Dia mengatakan, pemerintah akan lebih dulu fokus dalam memperbesar stok beras yang sudah ada sebelum merencanakan untuk ekspor ke negara-negara tetangga.

Sumber:Nasional Kompas

Ditanya Relawan Bagaimana Mencegah Korupsi , Anies Singgung soal Dana CSR

Calon gubernur DKI yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anies Baswedan menemui relawannya di Rumah Djoeang di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10/2016).
Pada kesempatan itu, salah satu relawan Anies yang mengaku asal Rusun Klender, Jakarta Timur bertanya bagaimana Anies melakukan pencegahan terhadap korupsi. Pasalnya, sang relawan menilai hal itu tidak tercantum eksplisit di visi dan misi pasangan nomor tiga tersebut.
Menanggapi hal itu, Anies menyebut membereskan korupsi tidak cukup hanya mengobati gejalanya saja. Sebab, lanjut Anies, ada kebiasaan pencegahan korupsi di negara ini seperti itu.
"Membereskan korupsi enggak cukup mengobati gejalanya. Kadang kita senang mengobati gejalanya. Tapi yang penting memperbaiki masalah utamanya, sistemnya," kata Anies, di lokasi, Sabtu (29/10/2016).

Anies mencontohkan, urusan transaksi di birokrasi ke depannya tidak boleh secara tunai, tetapi harus diubah menggunakan sistem elektronik seperti e-purchasing, e-commerce, dan lainnya.
"Sebisa mungkin tidak ada cashtransaction," ujar Anies.
Selain itu, Anies menilai perlu adanya tata kelola pemerintahan yang benar. Dirinya menyinggung masalah pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR). Dana CSR yang masuk, kata Anies, penggunaannya yang tepat mesti melalui APBD, bukan langsung digunakan untuk kegiatan.
"Kalau langsung kita enggak pernah tahu (sesuai atau tidak)," ujar Anies.

Ahok Langsung Temui Agus , Saat tiba di Monas

Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung mendatangi tempat duduk salah satu pesaingnya, Agus Harimurti Yudhoyono setibanya di lokasi deklarasi kampanye damai.
Acara itu digelar di silang barat daya Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2016) pagi.
Ahok terpantau tiba di lokasi sekitar pukul 08.00. Dengan mengenakan kemeja kotak-kotak, ia langsung disambut para pendukungnya yang sudah lebih dulu tiba di lokasi acara.
Begitu tiba, ia langsung diarahkan menuju tempat duduk di tenda utama.

Dalam acara tersebut, tempat duduk untuk Ahok dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat ditempatkan di tengah-tengah.
Penempatan mengacu ke nomor urut pasangan calon. Ahok-Djarot mendapat nomor urut dua.
Sebelum Ahok tiba, Agus dan pasangannya, Sylviana Murni (nomor urut satu) serta pasangan nomor urut tiga, Anies Baswedan sudah tiba lebih dulu.
Namun, saat Ahok tiba, Anies tampak sedang tidak ada di tempat duduknya. Akhirnya Ahok hanya mendatangi Agus-Sylvi.
Begitu bertemu, Ahok dan Agus langsung cipika cipiki yang dilanjutkan dengan salam komando.

Ahok Diminta Berfoto dengan Dua Anak Anies Baswedan , saat Tiba di Monas

Keduanya tiba pada pukul 08.15, Sabtu (29/10/2016). Saat memasuki lapangan, Ahok (sapaan Basuki) terlihat langsung menyalami dua politisi Gerindra, M Taufik dan Syarif. Mereka terlihat saling menyapa dan tersenyum.

Setelah itu, Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak menyalami Sekda DKI Saefullah, Anies Baswedan, Sylviana Murni, dan Agus Harimurti Yudhyono.
Calon wakil gubernur DKI Sandiaga Uno belum tiba. Dia dikabarkan masih dalam perjalanan dari Amerika Serikat.

Sempat terlihat Anies memegang bahu Ahok dan berbincang. Tak lama, Anies mengangkat anak laki-lakinya berdiri di atas kursi. Sementara itu, anak perempuan Anies di sebelah kanan Ahok. Anies kemudian mengambil gambar ketiganya.


Tak hanya dengan Ahok, kedua anak Anies juga sempat digendong oleh Agus. Anies juga mengambil foto ketiganya.

Bersama dengan kedatangan Ahok-Djarot, terlihat anggota tim kampanye pasangan nomor dua ini, Ruhut Sitompul. Hingga pukul 08.40, acara Deklarasi Kampanye Damai masih berlangsung.

Sumber:kompas

Presiden Yaman Tolak Usulan Perdamaian PBB

Presiden Yaman yang diasingkan, Abedrabbo Mansour Hadi, telah menolak proposal perdamaian yang diberikan oleh utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed. Hadi mengatakan kesepakatan tersebut hanya akan menjadi jalan bagi terjadinya peperangan dan kehancuran.

"Kesepakatan tersebut akan menjadi hadiah bagi pemberontak dan menghukum warga Yaman dan legitimasi," kata Hadi usai melakukan pertemuan dengan utusan PBB seperti dikutip dari Reuters, Minggu (30/10/2016).

Menurut salinan proposal yang didapatkan oleh Reuters, rencana akan mengesampingkan Hadi dan membentuk pemerintahan yang terdiri dari orang-orang yang bisa menghilangkan perpecahan.

Kesepakatan itu termasuk menyingkirkan wakil presiden Hadi yang berkuasa penuh, Ali Mushin al-Ahmar Ahmar, dari kekuasaan dan Hadi akan berperan tidak lebih sebagai boneka setelah penarikan Houthi dari ibukota Sanaa.

Hadi melarikan diri setelah kelompok Houthi, yang bersekutu dengan Iran, berhasil menguasai ibukota Sanaa pada Maret 2015. Sejak itu, ia mengungsi ke Arab Saudi.

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB sebulan kemudian menyatakan Hadi sebagai kepala negara yang sah dan meminta Houthi untuk melucuti senjata serta keluar dari kota utama Yaman itu. Namun Houthi dan sekutu mereka di militer Yaman yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh mengatakan ia tidak akan pernah kembali.

Konflik di Yaman telah menewaskan sedikitnya 10.000 orang dan menjadi penyebab salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Sumber: Sindo News

Bentuk Asli Xiaomi Mi Mix Ternyata Tak seindah Foto Promosi!

Ketika Xiaomi mengumumkan phablet 6,4 inci Mi Mix memang sedikit yang menduga jika perusahaan bakal memperkenalkannya, karena lebih banyak yang mengira jika Mi Mix hanyalah sebuah konsep belaka. Kemunculan Mi Mix sendiri juga minim informasi, sehingga publik hanya terpana dengan foto promosi milik perusahaan.


Xiaomi Mi Mix diklaim sebagai smartphone berdesain masa depan dan memiliki desain yang sangat cantik karena memiliki bezel tipis. Ditambah pada foto render tersebut yang memperlihatkan handset dengan bezel super tipis yang membuat siapapun akan tertarik. Namun ternyata semua itu tidak seperti apa yang diharapkan.

Sering kali foto promosi tidak sesuai dengan aslinya, dan hal tersebut berlaku juga untuk Mi Mix. Ini ditunjukan setelah foto hands-on beredar yang menunjukkan wujud aslinya. Seperti yang bisa Anda lihat, Mi Mix masih memiliki tepian yang terlihat sangat jelas. Teknologi saat ini memang belum memungkinkan smartphone hadir tanpa bezel dan smartphone ini juga masih membutuhkan bezel sebagai tempat sensor dan lain-lain. Meski masih terlihat cukup tebal, namun bukan berarti Xiaomi Mi Mix merupakan smartphone buruk dan mengecewakan, karena bagaimanapun belum ada smartphone lain yang berani memangkas bezel seperti pada Mi Max.

Untuk panel layar, Mi Max menggunakan panel buatan Sharp, dimana perusahaan asal Jepang itu juga sebelumnya mengusung desain serupa pada smartphone Aquos miliknya. Hal yang membedakan adalah ukuran smartphone milik Aquos hanya 5 inci dan memiliki hardware kelas menengah, sementara Mi Mix memiliki layar yang lebar dan mengusung spesifikasi papan atas.

Sumber: Berita Teknologi

Yang Dibahas dalam Rapat Polri Jelang Pilkada 2017

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menggelar rapat internal, Sabtu, 29 Oktober 2016. Dalam rapat internal tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya untuk menyatukan kekuatan mengawal 101 daerah yang akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah 2017 mendatang. 
Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Hubungan Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. 
"Rapat persiapan Pilkada, dipimpin Kapolri dan Wakapolri, satuan kekuatan di tingkat Mabes Polri untuk ke daerah," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 29 Oktober 2016.
Lebih lanjut Boy mengungkapkan, Kapolri Tito juga minta jajarannya untuk mengawasi semua informasi di media sosial. Pihaknya, kata dia, tak akan tinggal diam melihat masyarakat resah akibat informasi-informasi liar yang beredar di media sosial.
"Kedua masalah berbagai informasi di media sosial, dalam artian tidak ada kata pembiaran, jangan sampai buat resah," ungkapnya.
Selain itu, Boy menambahkan, pihaknya akan menindaklanjuti apabila ditemukan adanya informasi yang berbau SARA atau provokatif di dunia maya. Tim cyber dari Mabes Polri dan Polda akan meningkatkan pengawasan terhadap informasi di media sosial. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pihak tertentu.
"Peningkatan pengawasan di media sosial di Mabes ada cyber dan Polda. Penyelidikan apa bila ada hal yang kelewat batas dan ujaran kebencian dan IT dan KUHP. Dibicarakan juga berkaitan upaya imbauan publik, tidak mudah terprovokasi, hasutan dan ajakan," ujarnya
Sumber: Viva

Anies Baswedan Bahas Ketakutan Warga Tak Mampu di Jakarta

Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan saat ini banyak warga kurang mampu di Jakarta, yang tinggal di daerah-daerah kumuh. Para warga ini selalu dihantui ketakutan soal penggusuran. Diakui Anies, ia kerap melihat secara langsung pemukiman-pemukiman padat penduduk yang tidak terawat, sehingga meninggalkan kesan kotor dan tidak tertib. 
"Mereka justru dihantui rasa takut, karena ancaman-ancaman penggusuran. Saya menyaksikan di banyak tempat, di daerah-daerah kampung kumuh," ujar Anies di Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu, 29 Oktober 2016.
Setelah mengunjungi sejumlah tempat di Jakarta untuk mensosialisasikan program kerjanya, Anies menyimpulkan warga yang tinggal di tempat kumuh sebenarnya ingin lingkungannya ditata, atau bila tidak memungkinkan, dipindahkan. Anies meyakini bahwa warga yang tinggal di daerah itu juga menginginkan kampungnya terlihat nyaman dan indah
"Ketika ditata ulang ada kemauan (dari warga) untuk menata. Masyarakat pun ingin kampungnya nyaman. Mereka sebenarnya  juga enggak ingin kok tinggal di kampung yang kumuh, yang kotor," ujarnya.
Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja ini, untuk menata ulang daerah bukan semata-mata memindahkan warga dengan penggusuran. "Ketika menata ulang bisa baik, dengan mengedepankan dialog," ujar Anies.
Hanya saja, proses penataan atau pemindahan tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. Penolakan dari warga muncul karena proses penggusurannya yang dinilai kurang tepat. Diketahui, selama menjadi Gubernur Jakarta, Ahok dinilai sebagai Gubernur yang rajin melakukan penggusuran.
Selama kepemimpinannya, kurang lebih ada 12 kali penggusuran yang telah dilakukan. Mulai dari Kawasan Kalijodo, Pasar Ikan, hingga yang terakhir kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan